Jumat, 10 Mei 2013

CAMPUR KODE DALAM TULISAN BLOGGER MAHASISWA KELAS 6E


BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang dan masalah

1.1.1.      Latar Belakang


Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dalam berinteraksi. Serta bahasa juga merupakan sistem lambang bunyi yang abriter yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasikan diri. Interaksi antara seseorang dengan orang lain dapat menjalin kerjasama dalam komunikasi. Chear dan Agustina (2004 : 1 ) mengemukakan “sebagai alat komunikasi dan alat interaksi yang hanya dimiliki manusia, bahasa dapat dikaji secara internal dan eksternal”.
Kajian secara internal artinya pengkajian itu hanya dilakukan terhadap struktur intern bahasa itu saja, seperti struktur fonologisnya, struktur morfologisnya atau struktur sintaksisnya. Kajian secara internal ini akan menghasilkan perian – perian bahasa itu saja tanpa ada kaitannya dengan masalah lain di luar bahasa. Kajian internal ini dilakukan dengan menggunakan teori – teori dan prosedur – prosedur yang ada dalam displin linguistik saja. Sebaliknya, kajian secara ekstrenal berarti kajian itu dilakukan terhadap hal – hal atau faktor – faktor yang berada diluar bahasa yang berkaitan dengan pemakaian bahasa itu oleh para penuturnya di dalam kelompok – kelompok sosial kemasyarakatan.


Dalam kehidupan sehari – hari sering kita berkomunikasi antara seseorang  atau dengan orang lain atau lawan tuturnya. Kita dapat berinteraksi antara sesama manusia untuk melakukan hubungan kerja selalu mengunakan bahasa sebagai alat perantara. Aslinda dan Syafyahya Leni (2007 : 95) menjelaskan “bahasa adalah sistem hubungan bunyi dengan arti atau tanda bunyi (sigificant) dan arti yang di tandai  (signify)”.
            Setiap daerah di Indonesia memiliki keanekaragaman bahasa. Setiap tahun akan terjadi peningkatan masyarakat di suatu dearah yang disebabkan oleh sebagian besar adalah pendatang dari berbagai daerah. Penduduk di setiap daerah terdiri atas berbagai agama, status, suku, ras dan status sosial bahkan bahasa yang berbeda – beda. Nababan dalam Auzar dan Hermanda (2007 : 49) Suatu keadaan berbahasa lain ialah bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak bebahasa tanpa ada sesuatu dalam situasi berbahasa itu yang menuntut percampuran bahasa itu yang disebut campur kode.
            Campur kode merupakan pertemuan bahasa yang unsur – unsurnya berasal dari beberapa bahasa. Bahasa tersebut masing – masing telah meninggalkan fungsinya dan mendukung fungsi bahasa yang disisipkan. Contohnya adalah seorang penutur dalam berbahasa Indonesia banyak menyelipkan unsur bahasa lain muncul ragam bahasa Indonesia yang kedaerah – daerah (jika yang disisipkan adalah bahasa Melayu).


            Secara sosiolinguistik diartikan bahwa bilingualisme adalah penggunaan dua buah bahasa oleh penutur dalam pergaulannya secara bergantian (Mackey dan Fishman dalam Chaer dan Agustina, 2004 : 84). Seiring dengan itu, kajian mengenai bahasa menjadi suatu kajian yang tidak pernah habis untuk dibacarakan. Bahasa akan terus digunakan dan berkembang, bahkan persentuhan bahasa – bahasa lain menimbulkan permasalahan bahasa itu sendiri.
            Nababan dalam Auzar dan Hermandra (2007 : 51) menjelaskan “dampak dari ancaman bahasa asing maupun daerah terlihat dari bahasa sehari – hari yang digunakan oleh masyarakat. Semakin banyak orang tidak ingin ketinggalan zaman akhirnya memilih memakai bahasa asing dan akhirnya  memilih bahasa daerah supaya dianggap akrab, contohnya :
(1)   Bukti – bukti apa bahwa kita telah berdialog dengan Allah. Banyak bukti, setiap manusia pasti ingin kaya. Nggak ada
(2)   Nggak ada, aku kepengen karepku dadi wong mlarat, mboten wonten, mesti kepengen sugih. Mengapa demikian ?
(arti cetak miring “... saya ingin kehendak saya menjadi orang miskin. tidak ada, mesti ingin kaya”).
Kalimat – kalimat tersebut yang disebut dengan campur kode. Secara sederhana fenomena percampuran bahasa kedua kedalam bahasa pertama. Percampuran bahasa pertama yaitu bahasa Indonesia ke dalam bahasa kedua atau bahasa ibu disebut campur kode”.


Terjadinya peristiwa campur kode biasanya dilatarbelakangi oleh beberapa hal, seperti hal nya kerap kali orang – orang dengan latar belakang pendidikan tertentu dan faktor letak geografis atau lingkungan. Selain itu, campur kode terjadi di kalangan anak – anak, remaja, orang tua. Mereka sering mencampurkan bahasanya, Bahkan ada yang menggunakan istilah – istilah asing. Pencampuran ini biasanya digunakan dalam tulisan maupun tulisan. Dengan kemajuan teknologi mengakibatkan banyak orang ingin menguasai bahasa asing agar tidak dianggap ketinggalan zaman.
Fenomena tersebut tidak dapat dipungkiri lagi keberadaannya. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan lapisan masyarakat dibidang tertentu saja tetapi menyeluruh seluruh elemen masyarakat yang ada, seperti halnya dalam hal pendidikan seperti, pelajar, mahasiswa bahkan sampai kepada dosen – dosen. “seperti halnya campur kode dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E”.
Alasan  penulis meneliti campur kode dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E disebabkan karena mahasiswa tersebut menggunakan bahasa menarik dan menggunakan beberapa bahasa dalam menulis di blogger. Selain itu, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi didunia pendidikan dalam situasi kondisi atau situasi apapun sudah seharusnya menjadi teladan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Penulis mengambil ujuran tertulis di dalam blogger mahasiswa kelas 6E Jurusan bahasa Indonesia yang mahasiswanya terdiri atas berbagai suku dan daerah yang berbeda – beda. Dalam hal ini bertujuan agar pembaca mengetahui informasi, mengakrabkan situasi, serta memberikan informasi kepada pembaca.
Sepengetahuan penulis penelitian ini merupakan penelitian lanjut, tetapi dengan objek dan populasi yang berbeda. Peneliti ini pernah diteliti oleh Elva Syari (2010) yang berjudul “Campur Kode Dialog Antar Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Parmin Karya Jujur Prananto”, metode yang di gunakan adalah metode deskripsi yaitu menjelaskan sesuatu hal dalam menempuh langkah – langkah pengumpulan data, sehingga memberikan gambaran yang jelas. Serta teknik yang di gunakan dalam pengumpulan data yaitu 1) teknik hermeneutika, 2) teknik penandaan dan  3) teknik pencatatan.
 Selanjutnya penelitian yang pernah diteliti oleh Ratih Akni Hotri (2011) yang berjudul “Campur Kode dalam Tuturan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar”. Penelitian ini mengangkat masalah campur kode ragam bahasa lisan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar. Sedangkan peneliti yang penulis lakukan mengenai campur kode dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E Jurusan Bahasa Indonesia, dengan masalah yang sama, namun objek dan populasi penelitian yang penulis teliti berbeda dengan kedua penelitian di atas.
Penelitian ini memberikan manfaat praktis dan teoretis. Manfaat praktis dari penelitian ini yaitu dapat memperluas kajian dalam lingkungan  sosiolinguistik bagi para pembaca khususnya tentang campu kode. Dan Manfaat teoretis dari penelitian ini yaitu dapat memberikan informasi kepada pembaca tentang gejala campur kode dan menjadi masukan agar tidak selalu menggunakan campur kode dalam proses belajar mengajar guna menerapkan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
1.1.2.      Masalah
Masalah yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah :
1.      Bahasa apa sajakah yang digunakan dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi ?
2.      Makna apakah yang terdapat dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi ?
3.      Kelas kata apa saja yang terdapat pada Campur Kode di Ttulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi ?


1.2.      Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui bahasa dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi.
2.      Makna yang terdapat dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi.
3.      Kelas kata yang terdapat dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi.


1.3.      Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian yang berjudul “Canpur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa kelas 6E dalam tataran fonologi”. Ini termasuk ke dalam ruang lingkup kajian linguistik terapan pada khususnya di bidang sosiolinguistik. Kajian sosiolinguistik itu sangat luas, meliputi campur kode, alih kode, diglosia, interfensi. Jadi penelitian ini hanya membahas tentang campur kode.

1.3.1.      Pembatasan Masalah
Begitu luasnya ruang lingkup masalah ini maka peneliti perlu membatasi masalah penelitian. Agar penelitian lebih terarah , terfokus ,dan tidak melenceng kemana – mana  penelitian di batasi pada 1) bahasa dalam campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dalam tataran Fonologi, 2) Makna yang terdapat dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi, 3) Kelas kata yang terdapat dalam Campur Kode di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E Dalam Tataran Fonologi.


1.3.2.      Penjelasan Istilah
Untuk memudahkan pembaca memahami orientasi peneliti ini penulis merasa perlu menjelaskan beberapa istilah yang relevan dengan masalah pokok penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bahasa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah alat komunikasi yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi antara sesamanya. (Depdiknas 2008 : 100)
2.      Kode yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sistem aturan linguistik yang abstark. (Alwasilah, Chaerdar 1993 : 85)
3.      Campur kode yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bilamana orang mencampur dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak berbahasa tanpa ada sesuatu dalam situasi berbahasa itu yang menuntut percampuran bahasa. (Nababan dalam Auzar dan Hermandra 2007 : 49)
4.      Blogger yang dimaksud dalam penelitian ini adalah salah satu bentuk website, yang juga dapat dilihat dengan menggunakan web browser pada umumnya. (Ridwan Sanjaya 2009 : 7)

1.4.      Anggapan Dasar dan Teori
1.4.1.      Anggapan Dasar
Berdasarkan pengamatan peneliti bahwa dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E telah terjadi campur kode dalam bahasa tulis yang digunakan. Campur kode dalam bahasa tulis tersebut bersumber dari beberapa bahasa dan dari beberapa kelas kata.

1.4.2.      Teori
Dalam penelitian ini penulis berpegang pada teori, yaitu teori yang dijadikan landasan dalam mengkaji permasalahan di dalam penelitian. Dalam melakukan penelitian ini penulis merujuk beberapa teori yang berkaitan dengan campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dalam tataran fonologi. Teori – teori yang dimaksud antara lain :


1.4.2.1.Bilingualisme
Chear (2004 : 84 ) menyatakan “Bilingualisme adalah penggunaan dua bahasa atau lebih atau dua kode bahasa”. Kemudian Mickey 1962 : 12, Fishman 1975 : 74 dalam Chaer dan Agustina menjelaskan “bilingualisme dapat diartikan sebagai penggunaan dua bahasa seseorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian”.
Dalam kehidupan kita sehari – hari masyarakat yang kita temukan adalah masyarakat bilingualisme karena masyarakat itu menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Contohnya saja masyarakat yang tinggal di daerah Siak tentu mereka dalam berinteraksi sesama masyarakat menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

1.4.2.2.Kode
Konsep tentang kode dalam konteks alih kode dan campur kode tidak sama dengan bahasa. Kode dalam istilah alih kode dan campur kode cocok di beri pengertian sebagai varian tertentu dalam suatu bahasa. Wojowasito dalam Haznah Faizah (2006 : 142) menjelaskan “ istilah kode dengan pengertian tegak lurus, tidak saja berupa  bahasa atau logat, tetapi juga tingkat – tingkat, gaya cerita, dan gaya percakapan”.
Selanjutnya Chear (2004 : 61) mengatakan “Terjadinya keragaman atau kevariasian bahasa bukan hanya disebabkan oleh para penuturya yang tidak homogen, tetapi juga karena kegiatan interaksi sosial yang mereka lakukan sangat beragam. Setiap kegiatan memerlukan atau menyebabkan terjadinya keragaman bahasa itu”.
1.4.2.3.Campur Kode
Nababan (1984 : 32) menyatakan “Fenomena Campur kode terjadi bilamana orang mencampurkan dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak berbahasa (speech act atau discourse) tanpa ada sesuatu dalam situasi berbahasa itu yang menuntut percampuran bahasa. Dari pengertian di atas belum jelas perbedaan antara campur kode dan alih kode. Sehubungan dengan itu berbeda dengan pendapat Fasold (1984 : 180) menyatakan “Campur Kode merupakan fenomena yang lembut daripada alih kode. Dalam alih kode terdapat serpihan – serpihan suatu bahasa yang digunakan oleh seorang penutur, tetapi pada dasarnya dia menggunakan satu bahasa yang tertentu (bukan bahasa yang serpihannya dicampurkannya) serpihan – serpihan bahasa itu berasal dari bahasa lain dan biasanya berupa kata, tetapi juga berupa frasa atau unit bahasa yang lebih besar.
Thelander dalam Chaer dan Agustina ( 2004 : 115 ) menyatakan :
            “perbedaan     alih kode dan campur kode, bila dalam satu peristiwa tutur   
             terjadi peralihan dari satu klausa suatu bahasa ke klausa bahasa lain, maka
             peristiwa yang terjadi adalah alih kode, tetapi apabila di dalam suatu  
             peristiwa tutur, klausa – klausa maupun frase – frase yang di gunakan  
             terdiri dari klausa dan frase campuran dan masing – masing klausa dan
            frase itu tidak lagi mendukung fungsi sendiri – sendiri, maka peristiwa
             yang terjadi adalah campur kode, bukan alih kode”.


1.4.2.4.Kata
Istilah bahasa sering kita dengar dan sering kita gunakan. Malah barangkali kata kata ini hampir setiap hari dan setiap saat selalu kita gunakan dalam segala kesempatan dan untuk segala keperluan. Menurut Bloomfield dalam Chear dan Agustina (2009 : 163) bahwa “Kata merupakan satuan bebas terkecil (a minimal free from) tidak pernah diulas dan atau dikomentari, seolah – olah bahasa itu suda bersifat final”.

1.4.2.5.Verba
Menurut Hasa Alwi (1998 : 87) mengartikan bahwa
Secara umum verba dapat didefinisikan dan dibedakan dari kelas kata yang lain, terutama dari adjektiva, karena ciri – cirinya 1) verba memiliki fungsi utama sebagai predikat atau sebagai inti predikat dalam kalimat walaupun dapat juga mempunyai fungsi lain, 2) verba mengandung makna inheren perbuatan aksi, proses atau keadaan yang bukan sifat atau kualitas, 3) verba khususnya yang bermakna keadaan, dan tidak di beri prefiks ter- yang artinya ‘paling’, 4) verba tidak dapat bergabung dengan kata – kata yang menyatakan makna kesangatan.

1.4.2.6. Adjektiva
Menurut Hasan Alwi (1998 : 171) adjektiva adalah
Kata yang memberikan keterangan yang lebih khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. Adjektiva yang memberikan keterangan terhadap nomina itu berfungsi atribut. Keterangan itu dapat mengungkapkan suatu kualitas atau keanggotaan dalam suatu golongan. Contoh kata pemeri kualitas atau keanggotaan dalam suatu golongan itu ialah kecil, berat, bundar, gaib dan ganda.

1.4.2.7. Nomina
Menurut Hasan Alwi (1998 : 213) nomina merupakan
Nomina sering di sebut juga kata benda, dapat di lihat dari segi, yakni segi semantis, segi sintaksis, dan segi bentuk. Dari segi semantis bahwa nominal adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda dan konsep atau pengertian. Dengan demikian, kata seperti guru, kucing, meja dan kebangsaan adalah nomina.

1.4.2.8. Pronomina
Menurut Hasan Alwi (1998 : 249) berpendapat
Jika ditinjau dari segi artinya, pronomina merupakan kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain. ciri lain yang dimiliki pronomina adalah bahwa acuanya dapat berpindah – pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar/pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan.


1.4.2.9. Numeralia
Menurut Hasan Alwi (1998 : 275) berpendapat bahwa
Numerlia atau kata bilangan merupakan kata yang di pakai untuk menghitung banyaknya maujud (orang, binatang atau barang) dan konsep. Pada dasarnya dalam bahasa Indonesia ada dua macam numeralia 1) numeralia pokok yang memberi jawaban atas pertanyaan “berapa?”, 2) numeralia tingkat yang memberi jawaban atas pertanyaan “yang berapa ?”.

1.4.2.10. Adverbia
Menurut Hasan Alwi (1998 : 197) mengemukan bahwa
Dalam tataran frasa, adverbia adalah kata yang menjelaskan verba, adjektiva, atau adverbia lainnya. Contohnya kata yang menjelaskan adverbia sangat menjelaskan verba mencintai, adverbia selalu menjelaskan adjektiva sedih, dan adverbia hampir menjelaskan adjektiva selalu.

1.4.2.11. Blogger
Pada tahun 2005, masyarakat Indonesia mulai tertarik dengan adanya blog meskipun media ini sebetulnya sudah ada sejak tahun 1999. Blog kependekan dari Web Log, sebetulnya merupakan diary online yang bisa dibaca oleh pengguna internet lainnya. Hal tersebut merupakan pembeda antara diary konvesional yang umunya hanya dimiliki sendiri dan bersifat rahasia. Media ini mulai diperkenal oleh Pyra Labs pada 23 Agustus 1999 dengan nama Blogger.com (untuk selanjutnya disebut blogger). Pyra Labs merupakan sebuah perusahaan yang didirikan oleh Evan Wiliams dan Meg Hourihan. Menurut  Ridwan Sanyaya (2009 : 7) menyatakan “blogger merupakan salah satu bentuk website, yang juga dapat dilihat dengan menggunakan web browser pada umunya.

1.5. Penentuan Sumber Data
            Sumber data dalam penelitian ini yaitu kumpulan blogger mahasiswa kelas 6E kajian ini dalam konteks campur kode dalam bahasa tulis pada kumpulan blogger mahasiswa kelas 6E.

1.5.1. Populasi
            Populasi dalam penelitian ini adalah populasi lokasinal dan substansial. Populasi lokasional adalah seluruh blogger mahasiswa kelas 6E, sedangkan populasi substansial ialah seluruh campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.


1.5.2. Sampel
            Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel lokasional dan substansial. Sampel lokasional ialah seluruh tulisan blogger mahasiswa kelas 6E. Sedangkan sampel sunstansial adalah seluruh tuturan yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.

1.6. Metodologi Penelitian
1.6.1. Metode
            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskripstif pada peneltian campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E adalah metode yang menggambarkan secapat mungkin bagaimana penggunaan campur kode yang digunakan dalam tulisan blogger.
            Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  atau menjelaskan sesuatu hal dalam menempuh langkah – langkah pengumpulan data, pengklasikasi dan analisis data, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang situasi di dalam penelitian ini. Peneliti berusaha menjelaskan dan menguraikan permasalahan dengan mengaitkan setiap aspek yang ada dalam peristiwa campur kode.



1.6.2.Teknik Pengumpulan Data
            Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.      Teknik hermeneutika yaitu teknik dengan cara membaca berulang – ulang. maksudnya blogger yang penulis teliti penulis baca berulang – ulang agar lebih jelas bagian campur kode. Kemudian di lanjutkan dengan teknik penandaan.

2.      Teknik penandaan yaitu dengan cara memberi tanda sesuai  dengan permasalahan yang diteliti. Maksudnya setelah peneliti membaca blogger secara berulang – ulang, peneliti menanda atau memberi kode pada setiap campur kode yang peneliti temukan.

3.      Teknik pencatatan dilakukan dengan cara mencatat kembali campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E agar lebih jelas dan mudah di analisis.

1.6.3. Teknik Analsis Data
            Dalam menganalisis data dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut :
1.      Mengklasifikasikan data berdasarkan permasalahan penelitian yang mengandung campur kode.
2.      Menganalsis data yang sudah di klasifikasikan untuk menemukan pencampuran bahasa yang sesuai dengan permasalahan.
3.      Untuk menentukan bahasa sumber dalam peristiwa campur kode di tulisan blogger mahasiswa 6E, penulis merujuk pada beberapa kamus. 














BAB II PENGOLAHAN DATA
            Pada bab ini penulis memaparkan, menganalisis dan menginterprestasikan data yang mengandung gejala campur kode. Pemaparan diawali dengan mengumpulakan bahasa – bahasa yang mengandung gejala campur kode. Data yang dipaparkan, dianalisis dan diinterprestasikan sesuai dengan data yang diambil dari hasil pencatatan penulisan blogger mahasiswa kelas 6E.

2.1. Deskripsi Data
            Berikut ini penulis paparkan seluruh data campur kode yang terdapat dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
Contoh :
1.      Abdulkadirpbiuir.blogspot.com
Sabtu, 19 Mei 2012
Ayam bangkok dibawa si atun
Tiap pagi harus dimandiin
Kalau seneng nyok kite bepantun (1)
Ampe pagi ane layanin (2)


2.      Kalius-sabakalek.blospot.com.
Senin, 18 Maret 2013
Ahmad Luthfi – Okezone
2.1.Dilansir Sci-tech-today, Senin (18/3/2013), Partikel Tuhan telah diperkirakan ada sejak 1964, untuk membantu pemahaman ilmuwan tentang penciptaan jagad raya, di mana banyak teori muncul terkait adanya ledakan dahsyat yang dikenal dengan nama Big Bang.(3)
Ø  Dalam cerita Ande – ande lumut
2.2.Pangeran                     :   Siapa itu jo…
Bejo                              :   Saya tidak tahu pangeran.
Pangeran                       : Bagaimana kalau kita ke sana Jo?
Bejo                              : Ok coy… (4)
2.3.Mami   Klenting      :     Gini nak… ada berita yang sangat penting sekali…
Kleting merah                  :     Berita apa to mami … (dewasa) (5)
2.4.Walau dia diperlakukan kasar oleh mbok rondo kleting. Hanya dia dan Alloh saja yang tahu betapa sedihnya dirinya. Dia berharap, Alloh akan memberikan ganjaran yang lebih baik untuknya.(6)
2.5.Soalnya senyum akang manis banget....hehe
Ande-ande Lumut        : Ah, eneng bisa saja. Oya, tadi ke sini pakai apa neng? Kan sungainya banjir. (7)
2.6.Kleting Biru                             :Ya iyalah gak mau. Ande-ande Lumutkan maunya sama aku...haha... Baiklah tante, sekarang giliranku...
Kleting Hijau                            : Good luck sister... (8)
2.7.Kleting kuning                        : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut. Kleting Hijau hai, handsome. (9)
Ande-ande Lumut                    : Kamu juga diantar Yuyu Kangkang?(10)
Kleting Hijau                            : Wah, si akang tahu aja.
Ande-ande Lumut                    : Sekarang kamu keluar dari rumah ini. Aku tidak mau menikahi wanita yang pernah disentuh lani-laki lain. Keluar!
2.8.Kleting kuning                        : Assalamu’alaikum…
Mbok rondo dadapan           : wa’alaikumsalam… sopo iku ya… (11)
Kleting kuning                        : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut.
Mbok rondo dadapan           : Opo.. arep 1ngin lamar anakku??? Gak salah to…(12)
2.9.Ande-ande lumut                   : Ibu… sebenarnya saya adalah seorang
Pangeran yang sedang mengembara, untuk mencari pengalaman hidup.
Mbok rondo dadapan           : Apa… pangeran…???
Kleting-kleting                        : What……???? Pangeran…??? Ah….. tidak….???( Diposkan oleh Kalius Sabakalek (Dalam cerita Ande – ande lumut). (13)
Ø  Minggu 17 Maret 2013
Judul : Hikmah Mencuci Tangan.
  1. Sahabat criters, sebuah cerita saya baca di sebuah blog milik temen, Ia berkisah begini… Seorang sarjana muda yang cerdas membuat aplikasi untuk posisi manajerial disebuah perusahaan besar. (14)
Ø  Rabu 13 Maret 2013
  1. Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan Yaitu sasaran (audi­ence). Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD.(15)
  2. un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan pengajaran. (16)
  3. kantin Smansa menjual bermacam-macam makanan seperti gorengan, mie ayam, bas juice, dan masih banyak lagi Ketika kantin ini ramai, suasaana pun menjadi sangat panas, berisik dan kotor. (17)
Ø  Selasa, 26 Februari 2013
Ø  Judul : Fungsi Bahasa
  1. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan dog, hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing. (18)
  2. Paradigma yang sama terdapat pula pada tindak tutur deklaratif seperti yang terlihat berikut ini.
P1 Nan ka ambo puhun pasambahan kapado datuak (19)
‘Pokok pasambahan yang akan saya sampaikan kepada datuk’
  1. Melihat aksi yang kami lakukan maka teman-teman yang lain pada berebut untuk minta berpotoh dengan penganten. (20)

3        Rika. R (Rika2315.blogspot.com)
Kamis, 21 Maret 2013
Judul : Kesedihan.
  1. Aku harus menyelesaikan kan tugas-tugasku walaupun badan ini belum sembuh. Insya allah  ku harus mencapai cita-cita dan akan selalu membanggakan kedua orang tua ku. (21)

4        Siska Sari (Siskagulajawablogspot.com)
Rabu, 20 Maret 2013
Judul : Biografi Bunda Ilove Bunda.
  1. Meskipun begitu Ria harus sabar untuk di belikan sepatu baru sampai tiba waktunya panen. “mengoko yo nduk, nak wes panen tak tukokno sepatu seng apik” begitu kata ibu nya Ria, sembari mengelus kepalanya. (22)
5        Darni (darniunyuunyu.blogspot.com)
Selasa, 12 Maret 2013
Judul : Kajian Makna
  1. Persoalan makna merupakan persoalan yang menarik dalam kehidupan sehar-hari. Reklame yang di pasang di tepi-tepi jalan ada yang bertuliskan  /lezzzat/. (23)
Ø  Kamis, 27 Desember 2012
Judul : Duitnya habis
  1. penderitaan hidup in the kos, selalu begitu, selalu merasakan apa yang tidak dirasakan semasa tinggal sama orang tua. (24)
Ø  Sabtu, 21 April 2012
Judul : Puisi (Rasaku Rasamu)
  1. Ada cinta yang sangat pasti
Yaitu cinta pada ILLAHI ROBBI. (25)
Ø  Senin, 30 Januari 2012
Judul : Laila
  1.  “Mak! O…Mak! Abah duluan yo.”Seru Abah rahmat. (26)
   “Yo,lah. Dulu je tak ape.”Balas  Mak Rahmat. (27)
  1. “Ya, Mak. Tapi sabarlah, karena waktu Laila untuk belajar di Pesantren tingggal lima bulan lagi. Setelah tu, kite ‘kan jumpe anak kite tercinte tu.” Nasihat Abah untuk Mak. (28)
  2. Ismail, kamu tak boleh cakap macam tu. Tak de kesalahan yang tak bisa dimaafkan.  Sedang Tuhan je Maha pemaaf. Pastilah kesalah-kesalah mu akan dimaafkan, asal kamu berjanji takkan mengulanginya lagi.”Ucap Laila. (29)

6        Tri Silvia (Silviatari.blogspot.com)
Ø  Senin, 18 Maret 2013
Judul :
  1. kali saya mengurus selalu waktunya tidak tepat, selalu pembuatan sudah ditutup. semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya.
    alhamdullilah masalah yang aku alami tadi sudah selesai. (30)
Ø  Minggu, 17 Maret 2013
Judul : Uji Kedewasaan
  1. terlintas dipikiranku bahwa selagi kita tetap berusaha dan berdoa insya allah kemudahan selalu disamping kita, aku percaya akan hal ini karena tidak hanya sekali aku alami kesusahan dan pada akhirnya aku berhasil karena usaha dan berdoa. (31)
  2. Buat mama disana selamat ulang yaa ucapan selamat ulang tahun untuk yang malam hari tepat pukul 09.48 hehehe.
    love my family (32)
Ø  Sabtu, 22 Desember 2012
Judul : Penutupan Bulan Bahasa
  1. adanya  pemotongan nasi kuning serta bunga telor nya, acara yang luar biasa semoga untuk tahun berikutnya lebih meriah lagi. (33)

7        Iklima Syafitri (Iklimasyafitri.blogspot.com)
Ø  Rabu, 19 Desember 2012
Judul : La tahzan la taias
  1. jadi la taias, semangat. selagi semangat itu bersifat positif dan membangun, peluang itu ada dimana pun kita berada, dan tinggal bagaimana kita mempergunakannya sebaik mungkin. (34)
Ø  Sabtu, 24 Desember 2012
Judul : Menanti Kamu Di Dermaga ini
  1. Sesampainya di depan penginapan, bunga mengucapkan terimakasih pada morgan, makasih ya morgan dah mau antarin aku, walau jalan kaki heheheh hmmmm Cuma kidding. (35)
  2. Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing(36)
Biar marah tertawa juga
  1. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news. (37)
  2. Feature tentang personality profile ini ditulis untuk membuat audiens lebih dekat pada orang di dalam berita. Wawancara dan observatsi, serta creative writing, digunakan untuk memberikan gambaran sehidup-hidupnya tentang seseorang. (38)

8        Reny Anhar (renyfairy739.blogspot.com)
Ø  Kamis, 05 Januari 2012
  1. Penampilan yang rapi dan trendy, logat batak yang cukup kental didengar dan beliau jarang sekali duduk saat proses belajar mengajar berlangsung. (39)
  2. Saya sangat bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa bapak, karena cuma satu hal yang bisa saya katakan untuk beliau yaitu “amazing”. (40)

2.2. Analisis Data
            Berikut ini analisis data yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu bahasa apa sajakah yang di gunakan dalam campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E, apakah makna yang terjadi dalam campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan kelas apa sajakah yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
2.2.1.        Sumber Bahasa Campur Kode Pada Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E
Bentuk peristiwa campur kode yang terjadi pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E terdiri dari beragam bahasa antara lain bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Melayu, bahasa Minang, bahasa Arab.
2.2.1.1.  Bahasa – bahasa Campur kode yang Berasal dari Bahasa Inggris.
Berikut ini data yang mengandung campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan ditulis dalam bentuk tulisan miring.
1.      Dilansir Sci-tech-today, Senin (18/3/2013), Partikel Tuhan telah diperkirakan ada sejak 1964, untuk membantu pemahaman ilmuwan tentang penciptaan jagad raya, di mana banyak teori muncul terkait adanya ledakan dahsyat yang dikenal dengan nama Big Bang.
2.      Pangeran               : Bagaimana kalau kita ke sana Jo?
Bejo                       : Ok coy…
3. Kleting Biru           :Ya iyalah gak mau. Ande-ande Lumutkan maunya   sama aku...haha... Baiklah tante, sekarang giliranku...
Kleting Hijau        : Good luck sister...
4.   Kleting kuning            : Saya Kleting kuning mbok… ingin    melamar                                                     Ande-ande lumut. Kleting Hijau hai, handsome.
           Ande-ande lumut     : Ibu… sebenarnya saya adalah seorang
           Pangeran yang sedang mengembara, untuk mencari pengalaman hidup.
           Mbok rondo dadapan: Apa… pangeran…???
  1. Kleting-   kleting             : What……???? Pangeran…??? Ah…..tidak?
  2. Sahabat criters, sebuah cerita saya baca di sebuah blog milik temen, Ia berkisah begini… Seorang sarjana muda yang cerdas membuat aplikasi untuk posisi manajerial disebuah perusahaan besar.
  3. Instructional De­velopment Institute (IDI) menambahkan satu komponen yang perlu juga dispesifikasi da­lam rumusan Yaitu sasaran (audi­ence). Komponen-komponen ini lebih mudah diingat dengan bantuan mnemonik ABCD.
  4.  un­tuk komponen audience, behavior, conditions­, dan pengajaran.
  5. kantin Smansa menjual bermacam-macam makanan seperti gorengan, mie ayam, bas juice, dan masih banyak lagi Ketika kantin ini ramai, suasaana pun menjadi sangat panas, berisik dan kotor.
  6. Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan dog, hund, chien atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing.
  7. Persoalan makna merupakan persoalan yang menarik dalam kehidupan sehar-hari. Reklame yang di pasang di tepi-tepi jalan ada yang bertuliskan  /lezzzat/.
  8. penderitaan hidup in the kos, selalu begitu, selalu merasakan apa yang tidak dirasakan semasa tinggal sama orang tua.
  9. Buat mama disana selamat ulang yaa ucapan selamat ulang tahun untuk yang malam hari tepat pukul 09.48 hehehe. love my family.
  10. Sesampainya di depan penginapan, bunga mengucapkan terimakasih pada morgan, makasih ya morgan dah mau antarin aku, walau jalan kaki heheheh hmmmm Cuma kidding.
  11. Biasanya merupakan pengembangan dari sebuah straight news.
  12. Feature tentang personality profile ini ditulis untuk membuat audiens lebih dekat pada orang di dalam berita. Wawancara dan observatsi, serta creative writing, digunakan untuk memberikan gambaran sehidup-hidupnya tentang seseorang.
  13. Penampilan yang rapi dan trendy, logat batak yang cukup kental didengar dan beliau jarang sekali duduk saat proses belajar mengajar berlangsung.
  14. Saya sangat bangga bisa menjadi salah satu mahasiswa bapak, karena cuma satu hal yang bisa saya katakan untuk beliau yaitu “amazing”.
2.2.1.2.  Bahasa – bahasa Campur Kode yang berasal dari bahasa Jawa.
Berikut ini data yang mengandung campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan ditulis dalam bentuk tulisan miring.
  1. Walau dia diperlakukan kasar oleh mbok rondo kleting. Hanya dia dan Alloh saja yang tahu betapa sedihnya dirinya. Dia berharap, Alloh akan memberikan ganjaran yang lebih baik untuknya.
  2. Soalnya senyum akang manis banget....hehe
Ande-ande Lumut        : Ah, eneng bisa saja. Oya, tadi ke sini pakai apa neng? Kan sungainya banjir.
  1. Ande-ande Lumut                  : Kamu juga diantar Yuyu Kangkang?
Kleting Hijau                          : Wah, si akang tahu aja.
Ande-ande Lumut                  : Sekarang kamu keluar dari rumah ini. Aku tidak mau menikahi wanita yang pernah disentuh lani-laki lain. Keluar!
  1. Kleting kuning                        : Assalamu’alaikum…
Mbok rondo dadapan           : wa’alaikumsalam… sopo iku ya…
Kleting kuning                        : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut.
Mbok rondo dadapan           : Opo.. arep 1nglamar anakku??? Gak salah to…
  1. Meskipun begitu Ria harus sabar untuk di belikan sepatu baru sampai tiba waktunya panen. “mengoko yo nduk, nak wes panen tak tukokno sepatu seng apik” begitu kata ibu nya Ria, sembari mengelus kepalanya.
  2. Melihat aksi yang kami lakukan maka teman-teman yang lain pada berebut untuk minta berpotoh dengan penganten.
  3. adanya  pemotongan nasi kuning serta bunga telor nya, acara yang luar biasa semoga untuk tahun berikutnya lebih meriah lagi.
  4. Kleting merah                  :     Berita apa to mami … (dewasa)
  5. Kleting kuning              : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut.


2.2.1.3.  Bahasa – bahasa Campur Kode Yang Berasal Dari Bahasa Melayu.
Berikut ini data yang mengandung campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan ditulis dalam bentuk tulisan miring.
  1. Ayam bangkok dibawa si atun
    Tiap pagi harus dimandiin
    Kalau seneng nyok kite bepantun
    Ampe pagi ane layanin
  2. “Mak! O…Mak! Abah duluan yo.”Seru Abah rahmat.
   “Yo,lah. Dulu je tak ape.”Balas  Mak Rahmat.
  1. “Ya, Mak. Tapi sabarlah, karena waktu Laila untuk belajar di Pesantren tingggal lima bulan lagi. Setelah tu, kite ‘kan jumpe anak kite tercinte tu.” Nasihat Abah untuk Mak.
  2. Ismail, kamu tak boleh cakap macam tu. Tak de kesalahan yang tak bisa dimaafkan.  Sedang Tuhan je Maha pemaaf. Pastilah kesalah-kesalah mu akan dimaafkan, asal kamu berjanji takkan mengulanginya lagi.”Ucap Laila.
  3. Elok rupanya pohon belimbing
Tumbuh dekat pohon mangga
Elok rupanya berbini sumbing
Biar marah tertawa juga

  1. Ampe pagi ane layanin
  2. Yo,lah. Dulu je tak ape.”Balas  Mak Rahmat.

2.2.1.4.  Bahasa – bahasa Campur Kode Yang Berasal dari Bahasa Minang
Berikut ini data yang mengandung campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan ditulis dalam bentuk tulisan miring.
  1. Paradigma yang sama terdapat pula pada tindak tutur deklaratif seperti yang terlihat berikut ini.
P1 Nan ka ambo puhun pasambahan kapado datuak
‘Pokok pasambahan yang akan saya sampaikan kepada datuk’.

2.2.1.5.  Bahasa – bahasa Campur Kode Yang Berasal Dari Bahasa Arab.
Berikut ini data yang mengandung campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dan ditulis dalam bentuk tulisan miring.
  1. Aku harus menyelesaikan kan tugas-tugasku walaupun badan ini belum sembuh. Insya allah  ku harus mencapai cita-cita dan akan selalu membanggakan kedua orang tua ku.
  1. Ada cinta yang sangat pasti
Yaitu cinta pada ILLAHI ROBBI.
  1. kali saya mengurus selalu waktunya tidak tepat, selalu pembuatan sudah ditutup. semoga ini menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya.
    alhamdullilah masalah yang aku alami tadi sudah selesai.
  2. jadi la taias, semangat. selagi semangat itu bersifat positif dan membangun, peluang itu ada dimana pun kita berada, dan tinggal bagaimana kita mempergunakannya sebaik mungkin.
  3. Ampe pagi ane layanin

TABEL I SUMBER BAHASA CAMPUR KODE YANG TERDAPAT PADA TULISAN BLOGGER MAHASISWA KELAS 6E
NO
NAMA MAHASISWA
Sumber Bahasa Dalam Campur Kode
Inggris
Jawa
Melayu
Minang
Arab
1
Abdul Kadir


seneng nyok kite bepantun


2
Kalius
Sci-tech-today, oke, Good luck sister, handsemo, what,instrfional development institute, audience, behavlor, condions, dog, hund, chien, cains, what
Sopo ikut ya, opo arep, penganten

Nan ka ambo puhun pasambahan kepado datuak

3
Darni
Lezzat, in the kost,

Abah, yo lah, dulu je tak ape kite bise jumpe anak kite yang tercinte itu, tak ade

Illahi robbi
4
Rika




Insya allah
5
Siska Sari

Mengko yo nduk, nak wes panen tak tokono sepatu seng apik



6
Iklima Syafitri
Kidding, straight news, creative writing

Telor, bebini

Ia tahza la taias
7
Reny Anhar 
Trendy, amazing




8
Tri Silia
Love my family



Alhamdulillah, insya allah













Pada tabel di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa – bahasa yang digunakan dalam campur kode sangat beragam, antara lain bahasa Inggris 18 , bahasa Melayu 7 , bahasa Minang 1 dan bahasa Jawa 9, dan bahasa Arab 5.
2.2.2. Makna Campur Kode yang terdapat di Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E
2.2.2.1. Makna Campur Kode Yang Terdapat Dalam bahasa Inggris.
            Berikut ini merupakan analsis makna campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
Contoh :
  1.  Kleting kuning                        : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut. Kleting Hijau hai, handsome. (Desy Anwar 2007 : 143) maka seharusnya saya Kleting kuning kakak.... ingin melamar ande – ande lumut. Klenting Hijau hai, ganteng.
  2. Kleting Biru                            :Ya iyalah gak mau. Ande-ande Lumutkan maunya sama aku...haha... Baiklah tante, sekarang giliranku...
Kleting Hijau                          : Good luck sister, maka (Desy Anwar 2007 : 156) seharusnya iya iyalah gak mau. Ande – ande lumutkan maunya sama aku haha.....baiklah tante, sekarang giliran ku, semoga sukses kakak.
2.2.2.2.  Makna Campur Kode Yang Terdapat Dalam bahasa Jawa.
1.      Soalnya senyum akang manis banget....heheAnde-ande Lumut  : Ah, eneng bisa saja. Oya, tadi ke sini pakai apa neng? Kan sungainya banjir. Seharusnya soalnya senym akang (panggilan laki – laki)manis banget,,,hehehe....oya, tadi ke sini pakai apa kak (panggilan untuk perempuan.
2.      Kleting kuning                        : Assalamu’alaikum…
Mbok rondo dadapan           : wa’alaikumsalam… sopo iku ya…
Kleting kuning                        : Saya Kleting kuning mbok… ingin melamar Ande-ande lumut.
Mbok rondo dadapan           : Opo.. arep 1nglamar anakku??? Gak salah to, seharusnya Assalamualaikum.... wa’alaikumsalam siapa itu ya ? saya klenting kuning kak, ingin melamar ande- ande lumut. Apa mengharap ingin melamar anak ku, gak salah tu ?
2.2.2.3.   Makna Campur Kode Yang Terdapat Dalam bahasa Melayu
1.“Mak! O…Mak! Abah duluan yo.”Seru Abah rahmat.
   “Yo,lah. Dulu je tak ape.”Balas  Mak Rahmat. Seharusnya Mak ! O...mak bapak duluan ya. “Seru Abah Ramat, yo lah. Dulu saja tidak apa – apa. “balas mak Rahmat.
2.“Ya, Mak. Tapi sabarlah, karena waktu Laila untuk belajar di Pesantren tinggal lima bulan lagi. Setelah tu, kite ‘kan jumpe anak kite tercinte tu.” Nasihat Abah untuk Mak. Seharusnya “Ya, mak. Tapi sabarlah, karena waktu Laila untuk belajar di pesantren tinggal lima bulan lagi. Setelah itu kita akan berjumpa anak kita tercinta itu.


2.2.2.4.Makna Campur Kode Yang Terdapat Dalam bahasa Minang
1. Nan ka ambo puhun pasambahan kapado datuak. Seharusnya Pokok   pasambahan yang akan saya sampaikan kepada datuk’.

2.2.2.5.Makna Campur Kode Yang Terdapat Dalam bahasa Arab.
1. Aku harus menyelesaikan kan tugas-tugasku walaupun badan ini belum sembuh. Insya allah  ku harus mencapai cita-cita dan akan selalu membanggakan kedua orang tua ku. Seharusnya Aku harus menyelesaikan kan tugas-tugasku walaupun badan ini belum sembuh. Bila Tuhan Mengizinkan  ku harus mencapai cita-cita dan akan selalu membanggakan kedua orang tua ku.
2. Ampe pagi ane layanin. Seharusnya Ampe pagi saya layani.




TABEL II MAKNA KATA CAMPUR KODE YANG TERDAPAT PADA TULISAN BLOGGER MAHASISWA KELAS 6E
NO
Kata Campur Kode
Sumber Bahasa

Inggris
Jawa
Melayu
Arab

D
K
D
K
D
K
D
K

1
Handsame (ganteng)
ü   








2
Gook Louck Sister (semoga sukses kakak)
ü   








3
Eneng (panggilan perempuan)


ü   






4
Akang (panggilan laki – laki)


ü   






5
Abah




ü   




6
Datuak




ü   




7
Opo arep


ü   






8
Trandy
ü   








9
Alhamdulliah
ü   





ü   


10
Insya allah
ü   

























Keterangan :
D         : Makna kata denotasi
K         : Makna kata Konotasi
            Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah seluruh data yakni  bahasa yang mengandung campur kode adalah 40 bahasa. Apabila dilihat dari jenis makna kata denotatif dan makna konotatif data tersebut mengandung jenis makna denotatif. Sedangkan makna konotatif tidak terdapat pada data diatas.
2.2.3. Kelas Kata Campur Kode Pada Tulisan Blogger Mahasiswa Kelas 6E
            Data berikut ini merupakan analisis kelas kata yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E adalah verba, adjektifa, nomina, pronomina dan adverbia.
2.2.3.1. Kelas Kata verba
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 : 1546) verba adalah “kata yang menggambarkan proses, perbuatan atau keadaan”. Berikut ini penulis paparkan data campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
  1. Gabungan dan kepribadian tersebut memberi kesan bahwa orang melayu memiliki kepribadian introvert.(kalius-sabakalek.blogspot.com)
Kata inrovert memiliki arti memikir dirinya sendiri dari pada orang lain (desy anwar : 2007 : 231) merupakan suatu tindakan yang menyatakan pekerjaan
Gabungan dan kepribadian tersebut memberi kesan bahwa orang melayu memiliki kepribadian memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain.
2.2.3.1.2. Adjektifa
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008 : 10 ) adjektiva merupakan “kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat digabung dengan kata lebih dan sangat”. Berikut ini penulis paparkan data campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
  1. penderitaan hidup in the kos, selalu begitu, selalu merasakan apa yang tidak dirasakan semasa tinggal sama orang tua. (26)

2.2.3.1.3. Nomina
            Nomina merupakan kelas kata yang sepadan dengan orang, benda atau hal yang dibendakan dialam diluar bahasa. ”. Berikut ini penulis paparkan data campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
1.Apakah seekor hewan dengan ciri-ciri tertentu dinamakan dog, hund, chien  atau canis itu tergantung dari kesepakatan anggota masyarakat bahasa itu masing-masing.
       2. Melihat aksi yang kami lakukan maka teman-teman yang lain pada berebut
          untuk minta berpotoh dengan penganten.
2.2.3.1.4.      Pronomina
Berikut ini penulis paparkan data campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E.
  1. Ande-ande Lumut                  : Kamu juga diantar Yuyu Kangkang?
Kleting Hijau                          : Wah, si akang tahu aja.
Ande-ande Lumut                  : Sekarang kamu keluar dari rumah ini. Aku tidak mau menikahi wanita yang pernah disentuh lani-laki lain. Keluar!
  1. “Mak! O…Mak! Abah duluan yo.”Seru Abah rahmat.
   “Yo,lah. Dulu je tak ape.”Balas  Mak Rahmat.
  1. terlintas dipikiranku bahwa selagi kita tetap berusaha dan berdoa insya allah kemudahan selalu disamping kita, aku percaya akan hal ini karena tidak hanya sekali aku alami kesusahan dan pada akhirnya aku berhasil karena usaha dan berdoa.
Data campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E terdapat empat kelas kata yaitu verba, adjektiva, nomina dan pronomina. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel berikut ini :
TABEL III KELAS KATA YANG TERDAPAT PADA TULISAN BLOGGER MAHASISWA KELAS 6E
NO
Bentuk – bentuk Peristiwa Campur Kode
Kata
Verba
Adjektiva
Nomina
Pronimina
1


2

3




4.
introvert.






In the kost







Dog,
Hand,
Chiens,
Penganten
Neng, kakang, mbok











Kangkang, neng, nduk. Mbok. Mas
Berdasarkan tabel diatas dapat diambil kesimpulan bahwa campr kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E terdapat empat kelas kata yaitu : verba sejumlah 10 kata, adjektiva berjumlah 3 kata, nomina 10 kata, pronomina 3 kata.
2.3.Interprestasi Data
            Pada bagian ini penulis paparkan interprestasi data berdasarkan permasalahan penulis.
            Peristiwa campur kode yang terdapat dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E terdiri dari empat bahasa yang berbeda antara lain bahasa Inggris; bahasa Batak; bahasa Arab; dan bahasa Melayu. Campur kode yang berasal dari bahasa Inggris terdapat 40 bahasa, campur kode yang berasal dari bahasa Inggris 24, bahasa Jawa 9, bahasa Melayu 10, bahasa Minang 4 dan bahasa Arab 6. Hal ini bisa terjadi karena faktor bilingual atau multilingual yakni penutur menguasai lebih dari satu bahasa, campur kode bisa terjadi karena penutur menguasi lebih dari satu bahasa dan campur kode tidak akan bisa terjadi apabila penutur hanya menguasai satu bahasa.
            Peristiwa campur kode yang terdapat dalam bahasa Inggris antara lain ; sci – tech – today, ok, good luck sister, handsome, what, criters, instructional development intstitute, audience, behavior, conditions, juice, dog, hund, chiend, lezzat, in the kost, love my familiy, kidding, straight news, creative writing, trendy, amazing dan campur kode yang terdapat dalam bahasa melayu; kite, bepanton, abah, mak, tak ape, jumpe, tercinte, tak de, bebini dan campur kode yang terdapat dalam  bahsa Jawa ; Alloh, kakang, sopo iku ya, opo arep, penganten, nduk, wes, seng apik, telor. Dan campur kode yang terdapat dalam bahasa Minang ; nan, ambo, puhun, datuak serta campur kode yang berasal dari bahasa Arab ; ane, insya allah, illahirobbi, alhamdullilah, la taias la tahza.
            Peristiwa campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E ditemukan makna denotasi. Makna – makna yang ditemukan dalam tulisan blogger mahasiswa kelas 6E dilihat dari kamus yang sesuai sumber bahasa yang mengandung campur kode, sedangkan makna konotasi tidak di temukan.
            Peristiwa campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E apabila dilihat dari kelas kata yang digunakan antara lain : 1) verba berjumlah 1  kata yaitu introvert 2) adjektiva berjumlah1 kata yaitu; in the kost 3) nomina berjumlah 7 kata yaitu ; dog, hund, chiens, penganten, kakang, mbok, neng. 4) pronomina 4 kata yaitu ; kakang, neng, mbok, mas.
            Campur kode yang terjadi dalam bahasa tulisan blogger mahasiswa kelas 6E terdiri dari berbagai macam ragam bahasa daerah dan bahasa asing. Peristiwa ini memang ada dalam lingkungan masyarakat ataupun pada jurusan Bahasa dan sastra Indonesia.




BAB III KESIMPULAN
3.1.Kesimpulan
Kajian sosiolinguistik merupakan sebuah kajian ilmu antara disiplin yang mengkaji bahasa dalam kata lainnya dengan penggunaan bahasa itu dalam masyarakat. Dengan demikian, untuk mengkaji fenomena sosiolinguistik kita harus memahami ilmu sosiolinguistik. Sosiolinguistik merupakan kajian objek dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat dan proses social yang ada dalam masyarakat.
Penelitian ini mencoba untuk mengkaji bahasa apa sajakah yang digunakan dalam campur kode di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E. dari hasil analisis dan pembahasan data yang telah dilakukan, bahwa gejala campur kode bias saja terjadi dalam bentuk tulisan, yakni mereka menggunakan lebih dari satu bahasa yang seharusnya digunakan yakni bahasa Indonesia, hal tersebut dilakukan karena mereka dapat menguasai lebih satu bahasa.
Dari hasil analisis dan pembahasan data yang telah dilakukan terdapat 5 bahasa yaitu bahasa Inggris, bahasa Jawa, bahasa Melayu, bahasa Minang dan bahasa Arab. Campur kode yang berasal dari bahasa Inggris terdapat 18 bahasa, campur kode yang berasal dari bahasa Jawa terdapat 10 bahasa, campur kode yang berasal dari bahasa Melayu terdapat 8 bahasa, campur kode yang berasal dari bahasa Minang terdapat 1 bahasa, serta campur kode yang berasal dari bahasa Arab terdapat 6 bahasa.
Peristiwa campur kode dilihat dari maknanya, semua campur kode yang terdapat pada tulisan blogger mahasiswa kelas 6E mengandung makna denotasi. Peristiwa campur kode  yang terdapat di tulisan blogger mahasiswa kelas 6E apabila dilihat dari kelas kata yang di gunakan antara lain : Verba, Adjektiva, Nomina, Pronomina, dan Adverbia.













BAB IV HAMBATAN DAN SARAN
4.1.Hambatan
Dalam melaksanakan penelitian penulis menemukan beberapa hanbatan – hambatan, dan hambatan tersebut terbagi menjadi dua diantaranya  hambatan sebelum melakukan penelitian kemudian hambatan ketika mulai melaksanakan penelitian, hambatan sebelumnya melakukan penelitian yakni penentuan judul, karena terlalu banyak judul yang hampir memiliki kesamaan, maka penulis ragu mengenai judul yang akan di teliti. Kemudian hambatan ketika melaksanakan penelitian yakni pada saat pengolahan data dikarenakan keterbatasan pengetahuan penulis.
4.2.Saran
Seperti layaknya sebuah penelitian, pada bagian akhir tulisan ini peneliti mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan masalah yang di lakukan dalam penelitian ini. Saran yang terdapat dalam penelitian ini hendaknya dapat dijadikan bahan masukan bagi penelitian sejenis dimasa akan datang, kepada seluruh mahasiswa khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Bagi peneliti selanjutnya apabila akan mengadakan penelitian mengenai campur kode diharapkan lebih banyak lagi membaca buku  - buku sosiolinguistik.


Nib : Mohon kritik dan sarannya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar